Rabu, 02 April 2014

PENGERTIAN DAN TUJUAN, SERTA RUANG LINGKUP ILMU BUDAYA DASAR

Pengertian Ilmu Budaya Dasar
Istilah IBD dikembang pertama kali di Indonesia sebagai pengganti istilah basic humanities yang berasal dari istilah bahasa inggris “The Humanities” adapun istilah humanties itu sendiri berasal dari bahasa latin humnus yang artinya manusia, berbudaya dan halus, dengan mempelajari The Humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus, dengan mempelajari the humanities diandaikan seseorang akan bisa menjadi lebih manusiawi, lebih berbudaya dan lebih halus, dengan demikian bisa dikatakan bahwa the humanities berkaitan dengan nilai-nilai manusia sebagai homo homanus atau manusia berbudaya, agar manusia menjadi humanus, mereka harus mempelajari ilmu yaitu the humanities disamping tidak meninggalkan tanggung jawabnya yang lain sebagai manusia sendiri.

Untuk mengetahui bahwa ilmu budaya dasar termasuk kelompok pengetahuan budaya lebih dahulu perlu diketahui pengelompokan ilmu pengetahuan. Prof. Dr.Harsya Bactiar mengemukakan bahwa ilmu dan pengetahuan dikelompokkan dalam 3 kelompok besar yaitu :

Ilmu-Ilmu Alamiah (Natural Scince)
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam alam semesta, untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah, caranya ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas, hasil analisis ini kemudian digeneralisasikan, atas dasar ini lalu dibuat prediksi. hasil penelitian 100 5 benar dan 100 5 salah.

Ilmu-Ilmu Sosial (Social Scince)
Ilmu-ilmu sosial berjuang untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat dalam hubungan atara manusia, untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah sebagai pinjaman dari ilm-ilmu alamiah, tapi hasil penelitiannya tidak 100 5 benar, hanya mendekati kebenaran, sebabnya ialah keteraturan dalam hubungan antara manusia ini tidak dapat berubah dari saat ke saat.

Berikut Pengertian Budaya Atau Kebudayaan Dari Beberapa Ahli :

E. B. Tylor, Budaya adalah suatu keseluruhan kompleks yang meliputi pengetahuan, kepercayan, kesenian, moral, keilmuan, hukum, adat istiadat dan kemampuan yang lain, serta kebiasaan yang didapat oleh manusia sebagai anggota masyarakat.
R. Linton, Dalam bukunya yang berjudul “The Cultural Background Of Personality” menyatakan bahwa kebudayaan adalah konfigurasi dari sebuah tingkah laku dan hasil laku, yang unsur-unsur pembentuknya didukung serta diteruskan oleh anggota masyarakat tertentu.
Koentjaraningrat, Mengartikan bahwa kebudayaan adalah keseluruhan sistem gagasan, milik diri manusia dengan belajar.
Selo Soemarjan dan Soelaeman Soemardi, Mengatakan bahwa kebudayaan adalah semua hasil karya, rasa, dan cipta masyarakat.
Herkovits, Kebudayaan adalah bagian dari lingkungan hidup yang diciptakan oleh manusia.
Takdir Alisyahbana, Mengatakan kebudayaan adalah manifestasi dari cara berfikir.
2. Tujuan Ilmu Budaya Dasar
Mengusahakan kepekaan mahasiswa & masyarakat terhadap lingkungan budaya, sehingga mereka lebih mudah menyesuaikan diri dengan lingkungan yang baru, terutama untuk kepentingan profesi mereka.
Memberi kesempatan kepada mahasiswa untuk memperluas pandangan mereka tentang masalah kemanusiaan dan budaya serta mengembangkan daya kritis mereka terhadap persoalan-persoalan yang menyangkut kedua hal tersebut.
Mengusahakan agar mahasiswa, sebagai calon pemimpin bangsa dan negara serta ahli dalam bidang disiplin masing-masing tidak jatuh kedalam sifat-sifat kedaerahan dan pengkotakan disiplin secara ketat.
Menguasahakan wahana komunikasi para akademis agar mereka agar mampu berdialog  satu sama lain, dengan memiliki satu bekal yang sama, para akademis diharapakan akan lebih lancar dalam berkomunikasi.

3. Ruang Lingkup Ilmu Budaya Dasar
Bertitik tolak dalam kerangka tujuan yang telah ditetapkan, dua masalah pokok bisa dipakai sebagai bahan pertimbangan untuk menentukan ruang lingkup kajian mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), kedua masalah pokok itu adalah :
Berbagai aspek kehidupan yang seluruhnya merupakan ungkapan masalah kemanusian dan budaya yang dapat didekati dengan menggunakan pengetahuan budaya (The Humanities), Baik dari segi masing-masing keahlian (Disiplin), didalam pengetahuan budaya, maupun secara gabungan (Antar Bidang) berbagai disiplin dalam pengetahuan budaya.
Hakekat manusia yang satu atau universal, akan tetapi yang beraneka ragam perwujudannya dalam kebudayaan masing-masing zaman dan tempat.
Kedua Pokok masalah yang bisa dikaji dalam mata kuliah IBD (Ilmu Budaya Dasar), Nampak jelas bahwa manusia menepati posisi sentral dalam pengkajian.

Manusia tidak hanya sebagai objek pengkajian, bagaimana hubungan manusia dengan alam, dengan sesama, dan bagaimana pula hubungan sang pencipta menjadi tema sentral dalam IBD, pokok-pokok bahasa yang dikembangkan adalah :

Manusia Dan Harapan
Kepercayaan
Harapan
2.  Manusia Dan Kegelisahan

Keterasingan
Kesepian
Ketidakpastian
3.  Manusia Dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian

Kesadaran
Pengorbanan
4.  Manusia Dan Pandangan Hidup

Cita-Cita
Kebijakan
5.  Manusia Dan Cinta Kasih

Kasih Sayang
Kemesraan
Pemujaan
6.  Manusia Dan Keindahan

Renungan
Kehalusan
7.  Manusia Dan Penderitaan

Rasa Sakit
Siksaan
Kesengsaraan
8.  Manusia Dan Keadilan

Kejujuran
Pemulihan Nama Baik
Pembalasan
Dari Kedelapan pokok bahasan itu termasuk dalam karya-karya yang tercangkup dalam pengetahuan budaya, perwujudan mengenai cinta, misalnya, terdapat dalam karya sastra, tarian, musik, filsafat dan lain-lainnya.
Masing-masing pokok bahasa dapat didekati dengan baik mengunakan cabang-cabang pengetahuan budaya secara sendiri-sendiri maupun secara gabungan cabang-cabang tersebut.

Definisi Kebudayaan :
Keseluruhan system gagasan, tindakan hasil karya manusia dalam kehidupan adalah sebagai inspirasi dan bakat yang dimiliki oleh manusia itu sendiri,
Kebudayaan adalah Segala tindakan yang dilandaskan dengan pembelajaran dan keterampilan seseorang dengan motivasi yang tinggi untuk mencapai sebuah tujuan yang diinginkan.

Jumat, 15 November 2013

Terserah

Demo Buruh Meresahkan Pengusaha dan Kaum Buruh

Maraknya aksi demo buruh dengan melakukan mogok kerja dan sweeping akan memukul iklim investasi nasional. Investor akan melihat Indonesia bukan sebagai negara yang kondusif untuk menanamkan modal mereka. Padahal, datangnya investasi akan menyerap tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran nasional.
Aksi buruh yang menyasar kawasan industri akhir-akhir ini telah meresahkan tak hanya kalangan pengusaha, tetapi juga kaum buruh. Sebab, dalam aksinya, para buruh kerap melakukan sweeping ke pabrik-pabrik, memaksa sesama buruh yang tengah bekerja untuk meninggalkan pekerjaannya dan bergabung dalam aksi mereka. Tindakan sweeping tersebut telah melampaui batas, dan merusak iklim investasi.

Di kalangan serikat buruh sendiri, tindakan tersebut dianggap di luar koridor gerakan buruh nasional. Kalau buruh tidak puas dengan pengusaha,penyelesai-annya harus dilakukan melalui lembaga bipartite, yakni pertemuan antara pengusaha dan pekerja. Kalau lembaga ini tidak jalan, selanjutnya melalui lembaga tripartit, yakni pekerja, pengusaha, dan pemerintah. kalau lembaga ini juga tidak jalan boleh melakukan unjuk rasa. Dalam berunjuk rasa harus sesuai dengan koridor, yaitu tidak boleh memaksakan kehendak dengan memaksa pekerja lain yang tengah bekerja untuk meninggalkan pekerjaannya dan bergabung dalam aksi unjuk rasa

Maraknya aksi demo buruh dengan melakukan mogok kerja dan sweeping akan memukul iklim investasi nasional. Investor akan melihat Indonesia bukan sebagai negara yang kondusif untuk menanamkan modal mereka. Padahal, datangnya investasi akan menyerap tenaga kerja sekaligus menekan angka pengangguran nasional.

Di seluruh dunia, buruh berdemonstrasi itu sah-sah saja. Namun, jangan sampai menghambat produksi. Sebab, kalau produksi terhambat, mereka (buruh) akan jobless (menganggur). Semua saling membutuhkan. Oleh karena itu, sangat penting untuk mempertahankan iklim investasi agar makin banyak investor menanamkan modalnya di Indonesia. 

Pelestarian Lingkungan

Diet Penggunaan Plastik !!! Kontribusi Nyata Menghadapi Kelangkaan BBM

Selama ini ketika ada isu BBM (Bahan Bakar Motor) akan naik harga, sudah banyak aksi untuk menyerukan menolak kenaikan harga BBM dari kalangan partai politik hingga mahasiswa. Mulai dari memanggil pakar yang setuju untuk menolak kenaikan harga BBM sebagai dasar kajian hingga aksi di jalan (demo). Apa salah ??? tentunya dilihat dari segi sudut pandang . Lalu ketika ditanya tentang “APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN” dalam menanggapi isu kenaikan BBM .
Tentu jawaban seorang mahasiswa  bermacam- macam, membuat mobil listrik, membuat pembangkit listrik tenaga sampah, dan lain- lain. Terus apa jawaban itu sudah mampu diaplikasikan setiap hari??? Apa bisa juga dilakukan oleh orang lain??
Dalam melakukan kontribusi terhadap masalah BBM tidak harus bersifat mewah ataupun ekslusif, kita bisa dari hal kecil yaitu dengan DIET PENGGUNAAN PLASTIK. Kenapa dengan Plastik ???

Setiap tahun, konsumsi plastik mengalami kenaikan. Dalam satu tahun saja, penduduk di seluruh dunia dapat menggunakan tas plastik sebanyak 500 juta hingga 1 miliar kantongdnegan frekuensi setiap orang menggunakan 150 tas plastik tiap tahun. Padahal untuk membuat plastik sebanyak itu membutuhkan 11 juta barel minyak dan 14 juta batang pohon sebagai bahan baku dasarnya. Data dari Komunitas nol sampahmenyebutkan bahwa untuk membuat 1 ton plastik membutuhkan 11 barel minyak mentah. Perhitungannya, kemampuan Indonesia memproduksi plastik mencapai 200.000 ton/tahun. Yang lebih mengkhawatirkan, jika tas kresek tersebut dibentangkan bisa membungkus permukaan bumi 10 kali, Setiap kilometer pantai di Inggris didapati 2000 sampah plastik. Di Jakarta sampah tas kresek setiap harinya bisa untuk menutupi 2.600 lapangan sepak bola. Di Bandung volume tas kresek per harinya mencapai 700 meter kubik dan menutupi 50 lapangan bola . Jika limbah plastik tersebut dibiarkan terkubur tanah akan menjadi polusi tanah. Hal ini karena jenis platik tersbeut baru dapat diurai oleh alam dalam waktu 500 - 1.000 tahun. Akibatnya, akan menjadi pemicu rusaknya lingkungan, penghambat resapan air, penyebab banjir, dan perusak kesuburan tanah yang tentunya mengganggu pertumbuhan tanaman.

Dalam mengurangi penggunaan plastik ada banyak cara yang mudah kita lakukan, misalnya ketika makan kita bisa makan diwarung, hal itu akan mengurangi pemakaian plastik dari segi bungkus (tas kresek dan kertas minyak), ketika di swalayan atau supermarket, kita bisa membawa tas sendiri dan menolak pemberian tas platik.

Yuk……. Mulai dari hal kecil untuk perubahan Indonesia yang besar.

Kamis, 14 November 2013

Masalah Sosial

Kenalpot Bising Harus Dirazia

Di kota Jakarta
 saat ini begitu banyak motor pakai knalpot bising yang bunyinya memekakkan telinga dan sangat menganggu pengendara lain. Apalagi klo motor bising melintas di gang pemukiman penduduk, bunyi knalpotnya sangat menganggu penghuni rumah. Tidak ada tindakan dari pihak yang berwenang untuk mengatur atau menertibakan knalpot bising ini dimana sejujurnya sudah sangat menganggu kenyamanan umum.

Nih salah satu contoh negatif gara-gara knalpot bising 
TRIBUNNEWS.COM, SUMEDANG - Hendra Hendrawan (40) ambruk setelah dikeroyok dua pengendara sepeda motor, Rabu (29/5/2013) sekitar pukul 01.00 WIB.

Nyawa satpam sebuah perumahan, tak tertolong ketika dibawa warga ke Rumah Sakit Cicalengka, Bandung.

"Korban dianiaya dua pelaku yang naik motor. Pelaku langsung kabur setelah korban ambruk dan warga berdatangan," kata Kapolsek Cimanggung AKP Supratno melalui sambungan telepon, Rabu.

Warga RT 02/04, Dusun Maribaya, Desa Sindangpakuwon, Kecamatan Cimanggung, dikeroyok setelah menegur pengendara sepeda motor, karena knalpotnya bising.

Kala itu, korban sedang nongkrong di pangkalan ojek Parakan Muncang, Desa Sindangpakuwon, Cimanggung.

"Korban menegur pengendara motor karena suara knalpotnya berisik dan memekakkan telinga," ungkap Kapolsek.

Namun, dua pengendara sepeda motor tidak terima. Mereka memutar kembali kendaran, lalu menghampiri korban.

"Terjadi percecokan dan korban dikeroyok serta dianiaya," imbuhnya.

Korban pun ambruk. Keributan itu memicu warga di sekitar lokasi kejadian, berdatangan. Melihat korban ambruk dan massa berdatangan, para pelaku langsung kabur.

"Korban mengalami luka di pelipis kanan, dan ada sobek pada bagian kening. Korban juga jatuh setelah dikeroyok, dan kepala belakang membentur aspal," tutur Kaur Bina Operasi (KBO) Reskrim Iptu Pandu Winata. Nyawa korban tak bisa diselamatkan saat dibawa ke RS Cicalengka.

"Untuk memastikan penyebab kematian, korban diautopsi ke RS Sartika Asih Bandung," ujar Kapolsek Cimanggung.

Polisi masih melakukan penyelidikan terkait aksi penganiayaan yang membuat korban tewas

Andaikan pihak yang berwenang didaerah tersebut peduli, mungkin hal diatas tidak akan terjadi.

Dibeberapa kota sudah dilakukan razia knalpot bising oleh pihak yang berwenang. Salut deh utk pak polisi yang quick respon dan peduli ama warganya

Minggu, 24 Juni 2012

10 Kelemahan Manusia

Dalam hidup ini kita seringkali membuat berbagai kesalahan. Apa saja kesalahan-kesalahan yang sering dibuat tapi berakibat fatal? simak artikel berikut ini dan Check it out!

1. Menyalahkan orang lain
Itu penyakit P dan K, yaitu Primitif dan Kekanak-kanakan. Menyalahkan orang lain adalah pola pikir orang primitif. Di pedalaman Afrika, kalau ada orang yang sakit, yang Dipikirkan adalah : Siapa nih yang nyantet? Selalu “siapa” Bukan “apa” penyebabnya. Bidang kedokteran modern selalu mencari tahu “apa” sebabnya, bukan “siapa”. Jadi kalau kita berpikir menyalahkan orang lain, itu sama dengan sikap primitif. Pakai koteka aja deh, nggak usah pakai dasi dan jas.
Kekanak-kanakan. Kenapa? Anak-anak selalu nggak pernah mau disalahkan. Kalau ada piring yang jatuh,” Adik tuh yang salah”, atau “mbak tuh yang salah”. Anda pakai celana monyet aja kalau bersikap begitu. Kalau kita manusia yang berakal dan dewasa selalu akan mencari sebab terjadinya sesuatu.

2. Menyalahkan diri sendiri

Menyalahkan diri sendiri bahwa dirinya merasa tidak mampu. Ini berbeda dengan MENGAKUI KESALAHAN. Anda pernah mengalaminya? Kalau anda bilang tidak pernah, berarti anda bohong. “Ah, dia sih bisa, dia ahli, dia punya jabatan, dia berbakat dsb, Lha saya ini apa ?, wah saya nggak bisa deh. Dia S3, lha saya SMP, wah nggak bisa deh. Dia punya waktu banyak, saya sibuk, pasti nggak bisa deh”. Penyakit ini seperti kanker, tambah besar, besar di dalam mental diri sehingga bisa mencapai “improper guilty feeling”.
Jadi walau yang salah partner, anak buah, atau bahkan atasan, berani bilang “Saya kok yang memang salah, tidak mampu dsb”. Penyakit ini pelan-pelan bisa membunuh kita. Merasa inferior, kita tidak punya kemampuan. Kita sering membandingkan keberhasilan orang lain dengan kekurangan kita, sehingga keberhasilan orang lain dianggap Wajar karena mereka punya sesuatu lebih yang kita tidak punya.

3. Tidak punya cita - cita / goal

Kita sering terpaku dengan kesibukan kerja, tetapi arahnya tidak jelas. Sebaiknya kita selalu mempunyai target kerja dengan milestone. Buat target jangka panjang dan jangka pendek secara tertulis. Ilustrasinya kayak gini : Ada anjing jago lari yang sombong. Apa sih yang nggak bisa saya kejar, kuda aja kalah sama saya. Kemudian ada kelinci lompat-lompat, kiclik, kiclik, kiclik. Temannya bilang: “Nah tuh ada kelinci, kejar aja”. Dia kejar itu kelinci, wesss…., kelinci lari lebih kencang, anjingnya ngotot ngejar dan kelinci lari sipat-kuping (sampai nggak dengar / peduli apa-apa), dan akhirnya nggak terkejar, kelinci masuk pagar. Anjing kembali lagi ke temannya dan diketawain.
“Ah lu, katanya jago lari, sama kelinci aja nggak bisa kejar. Katanya lu paling kencang”.
“Lha dia goalnya untuk tetap hidup sih, survive, lha gua goalnya untuk fun aja sih”.
Kalau “GOAL” kita hanya untuk “FUN”, isi waktu aja, ya hasilnya Cuma terengah-engah saja.

4. Mempunyai GOAL, tetapi 'ngawur' pencapaiannya

Biasanya dialami oleh orang yang tidak “teachable”. Goalnya salah, fokus kita juga salah, jalannya juga salah, arahnya juga salah. Ilustrasinya kayak gini : ada pemuda yang terobsesi dengan emas, karena pengaruh tradisi yang mendewakan emas. Pemuda ini pergi ke pertokoan dan mengisi karungnya dengan emas dan seenaknya ngeloyor pergi. Tentu saja ditangkap polisi dan ditanya. Jawabnya : Pokoknya saya mau emas, saya nggak mau lihat kiri-kanan.

5. Mengambil jalan pintas (short cut)

Keberhasilan tidak pernah dilalui dengan jalan pintas. Jalan pintas tidak membawa orang ke kesuksesan yang sebenarnya, real success, karena tidak mengikuti proses. Kalau kita menghindari proses, ya nggak matang, kalaupun matang ya dikarbit. Jadi, tidak ada tuh jalan pintas. Pemain bulutangkis Indonesia bangun jam 5 pagi, lari keliling Senayan, melakukan smesh 1000 kali. Itu bukan jalan pintas. Nggak ada orang yang leha-leha tiap hari pakai sarung, terus tiba- tiba jadi juara bulu tangkis. Nggak ada! Kalau anda disuruh taruh uang 1 juta, dalam 3 minggu jadi 3 juta, masuk akal nggak tuh? Nggak mungkin!. Karena hal itu melawan kodrat.

6. Mengambil jalan terlalu panjang dan terlalu santai

Analoginya begini : Pesawat terbang untuk bisa take-off, harus mempunyai kecepatan minimum. Pesawat Boeing 737, untuk dapat take- off, memerlukan kecepatan minimum 300 km/jam. Kalau kecepatan dia cuma 50 km/jam, ya Cuma ngabis-ngabisin avtur aja, muter-muter aja. Lha kalau jalannya, runwaynya lurus anda cuma pakai kecepatan 50 km/jam, ya nggak bisa take-off, malah nyungsep. Iya kan ?


7. Mengabaikan hal - hal yang kecil

Dia maunya yang besar-besar, yang heboh, tapi yang kecil-kecil nggak dikerjain. Dia lupa bahwa struktur bangunan yang besar, pasti ada komponen yang kecilnya. Maunya yang hebat aja. Mengabaikan hal kecil aja nggak boleh, apalagi mengabaikan orang kecil.


8. Terlalu cepat menyerah

Jangan berhenti kerja pada masa percobaan 3 bulan. Bukan mengawali dengan yang salah yang bikin orang gagal, tetapi berhenti pada tempat yang salah. Mengawali dengan salah bisa diperbaiki, tetapi berhenti di tempat yang salah repot sekali.


9. bayangan / memori masa lalu

Wah puitis sekali, saya suka sekali dengan yang ini. Karena apa? Kita selalu penuh memori kan ? Apa yang kita lakukan, masuk memori kita, minimal sebagai pertimbangan kita untuk langkah kita berikutnya. Apalagi kalau kita pernah gagal, nggak berani untuk mencoba lagi. Ini bisa balik lagi ke penyakit nomer-3. Kegagalan sebagai akibat bayang-bayang masa lalu yang tidak terselesaikan dengan semestinya. Itu bayang-bayang negatif. Memori kita kadang- kadang sangat membatasi kita untuk maju ke depan. Kita kadang-kadang lupa bahwa hidup itu maju terus. “Waktu” itu maju kan ?. Ada nggak yang punya jam yang jalannya terbalik?? Nggak ada kan ?
Semuanya maju, hidup itu maju. Lari aja ke depan, kalaupun harus jatuh, pasti ke depan kok. Orang yang berhasil, pasti pernah gagal. Itu memori negatif yang menghalangi kesuksesan.

10. Menghipnotis diri dengan kesuksesan semu
Biasa disebut Pseudo Success Syndrome. Kita dihipnotis dengan itu. Kita kalau pernah berhasil dengan sukses kecil, terus berhenti, nggak kemana-mana lagi.Sudah puas dengan sukses kecil tersebut. Napoleon pernah menyatakan: “Saat yang paling berbahaya datang bersama dengan kemenangan yang besar”. Itu saat yang paling berbahaya, karena orang lengah, mabuk kemenangan. Jangan terjebak dengan goal-goal hasil yang kecil, karena kita akan menembak sasaran yang besar, goal yang jauh. Jangan berpuas diri, ntar jadi sombong, terus takabur.
Sudah saatnya kita memperbaiki kehidupan kita. Kesempatan terbuka lebar untuk siapa saja yang ingin maju.
Action may not always bring success, but there is no success without action.
“Usaha dan tindakan tidak selalu menghasilkan keberhasilan/ sukses, tetapi… Tidak ada keberhasilan dan sukses TANPA usaha dan tindakan.”

Tahukah Kamu Mengapa Kita Menguap?

Tahukah Kamu Mengapa Kita Menguap?

Menguap selalu identik dengan mengantuk, meskipun kajian akademis punya jawaban yang lebih ilmiah soal ini.

Tim peneliti Universitas Binghamton menyimpulkan bahwa menguap ada hubungannya dengan suhu di otak kita. Artinya, menguap berfungsi untuk “mendinginkan” otak kita.

Analoginya sebagai berikut: Otak kita bekerja seperti halnya komputer. Nah, komputer bisa beroperasi dengan efisien bila tetap dingin. Karena itulah dibutuhkan komponen seperti kipas, heatsink, agar komputer tidak cepat panas dan berhenti bekerja.

Demikian juga kerja otak, pemanasan yang terjadi lewat aktifitas berpikir dan bergerak membuat suhu di otak meningkat tajam. Menguap pun merupakan solusi untuk mengembalikan suhu yang stabil bagi aktifitas otak itu sendiri.

Menguap juga tampaknya menjadi bagian dari sebuah momen transisi dalam otak. Seperti misalnya pada periode sebelum tidur dan setelah bangun tidur. Kondisi seperti multiple sclerosis (melibatkan disfungsi thermoregulatory), migrain dan kejang epilepsi ditengarai juga menjadi penyebab serangan menguap yang berlebihan.

Lantas, mengapa menguap begitu mudah menular?

Para peneliti tersebut meyakini, kita sering ikut menguap bila melihat orang lain lebih dulu menguap sebagai mekanisme otomatis dan terkait dengan sugesti. Studi menunjukkan bahwa menguap juga menular mungkin terkait dengan kecenderungan ke arah empati; mencoba memahami sebuah berhubungan dengan orang lain.

Diperkirakan, 55% orang akan menguap dalam waktu lima menit setelah melihat orang lain menguap.

Uniknya, sebuah studi tahun 2007 menemukan bahwa anak-anak dengan gangguan spektrum autisme tidak meningkatkan frekuensi menguap setelah melihat video orang lain menguap. Hal ini mendukung klaim bahwa penularan dalam menguap berhubungan dengan kapasitas empatik.

Faedah rasa bosan

Kadang kala, pada diri ini menyelisip di hati mencari sesuatu untuk mendekatkan diri kepada Tuhan dengan memperhatikan hal-hal kecil dan tak terpikirkan (mencari celah untuk selalu bersyukur).
Seperti Bahwa Allah sengaja membekali kita dengan rasa bosan.
Sehingga bisa dijadikan sebagai pagar pembatas antara diri kita dan perkara-perkara tidak baik yang dilihat dan didengar.
Dimana tidak ada benteng yang lebih bagus daripada kebosanan.
Yang bisa menghalangi diri agar tidak bersentuhan langsung dengan hal-hal tidak baik itu. Dan akhirnya membuat kita terpengaruh dengan kata-kata kasar dan pikiran-pikiran remeh.

Rasa bosan pun memiliki kelebihan lain, yang bisa kita rasakan langsung dari pengalaman.
Yakni kalau bukan disebabkan rasa bosan,kita pasti sudah dilanda capek yang bukan main karena saking kerasnya bekerja dan karena ingin memenuhi berbagai tuntutan, itulah makanya, selama rasa bosan itu sendiri merupakan titik awal dari sebuah kerja besar, dorongan jiwa dan titik pijak mental yang agung,ia juga menjadi sebuah fase untuk refreshing.
Merupakan sesuatu yang indah bila kita bisa melihat persoalan dari berbagai sisi, memandangnya dari berbagai segi agar bisa menemukan keharmonisan luar biasa, yang Allah letakan di semesta ini. Agar kita bisa mengutip sekelumit hikmah dari kehidupan sendiri.