Selasa, 09 Juni 2015

Video IMK



----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Abstrak
Camtasia Studio adalah Software (Perangkat Lunak) yg dikembangkan oleh TechSmith Corporation. Camtasia digunakan untuk merekam semua aktivitas yg ada pada desktop Komputer. Software ini dapat dimanfaatkan untuk membuat video tutorial atau media pembelajaran yg lebih mudah.
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

I. PENDAHULUAN
Untuk membuat video pada tampilan layar komputer kita, biasanya kita kesusahan atau kebingungan untuk membuat video dalam layar komputer. Kadang kita membutuhkan video dari tampilan layar komputer untuk membuat satu review tentang Games atau software, untuk mengajar matematika atau pelajaran lain melalui komputer atau bahkan untuk menunjukan cara membetulkan sebuah komputer yang sering hang atau rusak di karena kan suatu software yang tidak kompatibel atau sesuatu virus yang sangat menggagu. Video-video tersebut sering kali kita lihat di sebuah situs youtube. Lalu bagai mana caranya untuk menampilkan video pada layar komputer kita?

Untuk itu kita memerlukan sebuah software yang dapat merekam aktivitas di komputer kita. Software yang dapat merekam menampilan layar komputer kita dan merekam suara kita sekaligus agar dapat memudahkan si penonton untuk memahaminya lebih baik





II. PEMBAHASAN
Camtasia Studio Adalah perangkat lunak kreatif yang biasa digunakan untuk Merekam tampilan apapaun yang ada dilayar komputer, atau mengimport file video dari format apapun dan mengkustomisasi  video tersebut. Biasanya software ini banyak di gunakan oleh bloger, orang yang sering review Soal Games di youtube atau untuk mengajarkan pelajaran melalui sebuah komputer dalam tampilan sebuah video oleh dosen.

Tak hanya itu, Camtasia Studio juga dapat Mengedit video, menambah dan mengurangi video dengan efek efek visual (animasi, caption, callout, dll). bahakan juga dapat menambahkan konten interaktif seperti links dan memformat video sesuai dengan kebutuhan pengguna akhir (mobile, HD, dll)

Seiring makin berkembangnya kebutuhan, Camtasia Studio juga menyertakan beberapa fungsi tambahan yang terdiri dari 4 aplikasi terpisah dalam satu paket.

Empat aplikasi ini yaitu Camtasia MenuMaker untuk membuat tampilan menu interaktif, Camtasia Player untuk menjalankan hasil video, Camtasia Recorder untuk merekam tampilan layar desktop, dan Camtasia Theater untuk membuat video berbasis Flash yang ditampilkan pada suatu situs. Camtasia Studio sendiri bertugas sebagai alat penyuntingan video.

Jika ingin merekam tampilan layar, Anda bisa menjalankan Camtasia Recorder. Terdapat pilihan untuk merekam dari sumber video dan audio yang memanfaatkan perangkat webcam dan mikrofon. Ukuran area desktop yang akan direkam terbagi dua, secara penuh atau bisa diatur sesuai selera (custom).

Untuk menghindari terganggunya proses rekaman, Anda bisa melakukan perintah stop, pause, dan resume menggunakan tombol pintasan yang bisa ditentukan sendiri. Setelah perekaman selesai, Anda akan diarahkan ke Camtasia Studio untuk melakukan proses penyuntingan video.

Fasilitas penyuntingan di Camtasia Studio memiliki feature yang mirip dengan aplikasi penyunting video pada umumnya. Selain menyunting, Anda juga bisa menambahkan teks, efek, hingga audio. Anda pun dapat menentukan format video dengan pilihan yang beragam, mulai dari resolusi terendah hingga definisi tinggi. Tersedia pula tautan untuk mengunggah hasil video ke situs video online seperti YouTube atau Screencast.

Aplikasi ini bisa dipakai untuk membuat video lebih menarik. Video yang telah dihasilkan dapat disusun dengan tampilan menu interaktif buatan sendiri.

Namun, setiap tiap software  mempunyai kelebihan dan kekurangan masing. Dibawah ini adalah penjabaran tentang kelebihan dan kekurangan dari software ini..

-          KELEBIHAN

1.      File Size Hasil Recording Lebih Kecil
Selain lebih kecil juga perekaman gambar lebih halus dan lebih rendah menggunakan memori saat merekam layar.

2.      Support Multi Layer
Tidak seperti versi sebelumnya yang hanya mempunyai 1 track video, kini camtasia 8 bisa support beberapa track video secara langsung.

3.      Interaktif Quiz
Anda juga dapat membuat quiz untuk hasil rendernya layaknya CD Interaktif, ada banyak pilihan tipe quiz yang dapat anda pilih.

4.      Support HD
Untuk export output HD camtasia 8 sudah mampu membuat lebih baik. dan hasil export bisa menggunakan format player HTML5.

5.      Animasi Motion
Layer atau track pada timeline bisa dianimasikan seperti di adobe premiere.

6.      Visual Effect
walaupun hanya sederhana, camtasia studio 8 dilengkapi dengan visual Effect.

-          KEKURANGAN

1.      Software shareware (program berbayar)
Untuk mendapatkan Noya kamu membutuhkan uang sekitar US$ 299.00 (Rp. 3 986 666.67)

2.      Spesifikasi komputer yang harus lumayan besar.
Untuk memilikinya kamu harus membutuhkan 4 GB ram atau lebih, VRam sebesar 2 GB atau lebih dan prosesor 1,80 GHz atau lebih

III. KESIMPULAN

Camtasia Studio  perangkat lunak yang biasa digunakan untuk Merekam tampilan apapaun yang ada dilayar komputer, atau mengimport file video dari format apapun dan mengkustomisasi  video tersebut. Memiliki banyak kelebihan dari pada software lain Nya namun harus memiliki spesifikasi komputer yang memadai untuk dapat menggunakan Noya dengan lancar

  
Daftar Pusaka

Info Komputer. Perekam Review Camtasia Studio. April, 26, 2012. http://www.infokomputer.com/tag/perekam/

Teknisi Komputer. Menelusuri Software, Camtasia. Januari, 22, 2015. http://bocahxtekaje2.blogspot.com/2015/01/menelusuri-software-camtasia.html

Prasetyo, Agung, Dimas. Mengenal Camtasia Studio. (pdf).  Februari, 5, 2014




Selasa, 05 Mei 2015

Interaksi manusia-komputer


Interaksi manusia dan komputer (bahasa Inggris: human–computer interactionHCI) adalah disiplin ilmu yang mempelajari hubungan antara manusia dan komputer yang meliputi perancangan, evaluasi, dan implementasi antarmuka pengguna komputer agar mudah digunakan oleh manusia. Ilmu ini berusaha menemukan cara yang paling efisien untuk merancang pesan elektronik.Sedangkan interaksi manusia dan komputer sendiri adalah serangkaian proses, dialog dan kegiatan yang dilakukan oleh manusia untuk berinteraksi dengan komputer yang keduanya saling memberikan masukan dan umpan balik melalui sebuah antarmuka untuk memperoleh hasil akhir yang diharapkan.
Sistem harus sesuai dengan kebutuhan manusia dan dirancang berorientasi kepada manusia sebagai pemakai.

Sub bidang studi interaksi manusia dengan komputer

Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :
  1. Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.
  2. Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.
  3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering diuji, sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :
  1. Metodologi dan proses yang digunakan dalam perancangan sebuah antarmuka.
  2. Metode implementasi antarmuka.
  3. Metode evaluasi dan perbandingan antarmuka.
  4. Pengembangan antarmuka baru.
  5. Mengembangkan sebuah deskripsi dan prediksi atau teori dari sebuah antarmuka baru.

Contoh

dalam interaksi manusia dengan komputer terdapat beberapa panca indera digunakan untuk dapat berinteraksi----: Manusia mewujudkan fisiologi yang diperlukan untuk menyerap informasi dalam bentuk suara.  Sama seperti mata dapat melihat berbagai variasi cahaya - rona, briteness, kontras - telinga mampu penginderaan array yang luas dari suara melalui perubahan timbre, kenyaringan, dan pitch.Pikiran kemudian dapat mengasosiasikan suara ini dengan peristiwa, objek, atau gagasan abstrak.Paling sering, suara-sebagai-informasi ada sebagai pidato atau musik, dan memang ini akan terus di Internet. Audio konten juga umumnya dihasilkan oleh mesin untuk menyampaikan informasi, dan penggunaan ini juga akan terus di Internet.
Contoh: Dalam sebuah rumah sakit, suara Mengenal dari elektrokardiograf (EKG) berbunyi 'bip' dalam irama ke jantung; pager alert wanita di sebuah sudut jalan, telegraf memancarkan klik merata-spasi dalam kode Morse. Semua ini adalah contoh menampilkan pendengaran, suara yang dibuat oleh sebuah mesin dalam rangka berhubungan informasi.Di zaman ketika bahasa telah menjadi bentuk komunikasi dominan, suara memainkan peran penting dalam hidup kita.

Sub bidang studi interaksi manusia dengan komputer

Ada tiga sub-bidang studi yang berhubungan dengan interaksi dengan komputer :
  1. Ergonomi dimana interaksi manusia-komputer berkaitan dengan bentuk fisik dari mesin.
  2. Faktor manusia berkaitan dengan masalah- masalah psikologis.
  3. Interaksi manusia dan komputer mengkaji bagaimana hubungan-hubungan yang terjadi antar ilmu komputer desain terkait dengan manusia dengan komputer.
bagi para perancangnya alat fisik interaksi antarmuka komputer sering diuji, sehingga memungkinkan pertukaran informasi.
Beberapa aspek yang menjadi fokus dalam perancangan sebuah antarmuka adalah :

8 aturan emas desain antarmuka

  • Upayakan untuk konsistensi.
    • urutan tindakan yang konsisten harus diminta dalam situasi yang mirip.
    • terminologi identik harus digunakan pada prompt, menu, dan membantu layar.
    • warna yang konsisten, tata letakkapitalisasi, font, dan sebagainya harus digunakan seluruhnya.
  • Memungkinkan pengguna sering untuk menggunakan jalan pintas
    • untuk meningkatkan laju singkatan menggunakan interaksi, tombol khusus, perintah tersembunyi, dan makro.
  • Penawaran informatif umpan balik
    • untuk setiap tindakan pengguna, sistem harus merespon dalam beberapa cara (dalam desain web, hal ini dapat dicapai dengan DHTML - misalnya, tombol akan membuat suara klik atau mengubah warna saat diklik untuk menampilkan sesuatu yang pengguna telah terjadi).
  • Desain dialog untuk menghasilkan penutupan.
    • Urutan tindakan harus diatur ke dalam kelompok dengan awal, tengah, dan akhir. Umpan balik yang informatif pada penyelesaian sekelompok pengguna tindakan menunjukkan aktivitas mereka telah selesai dengan sukses.
  • Penawaran kesalahan pencegahan dan penanganan kesalahan sederhana.
    • desain bentuk sehingga pengguna tidak dapat membuat kesalahan serius, misalnya, lebih memilih pilihan menu untuk membentuk mengisi dan tidak mengizinkan karakter abjad di bidang entri numerik.
    • jika pengguna melakukan kesalahan, instruksi harus ditulis untuk mendeteksi kesalahan dan menawarkan instruksi sederhana, konstruktif, dan khusus untuk pemulihan.
    • segmen panjang formulir dan mengirimkan bagian terpisah, sehingga pengguna tidak dikenakan sanksi karena harus mengisi formulir lagi - tapi pastikan Anda menginformasikan kepada user bahwa beberapa bagian yang datang
  • Izin tindakan pemulihan.
  • Dukungan internal lokus kontrol
    • Pengguna yang berpengalaman ingin bertanggung jawab.Mengejutkan sistem tindakan, urutan membosankan data, ketidakmampuan untuk memasukan atau kesulitan dalam mendapatkan informasi yang diperlukan, dan ketidakmampuan untuk menghasilkan tindakan yang diinginkan semua membangun kecemasan dan ketidakpuasan.
  • Kurangi beban memori jangka pendek.
    • Sebuah studi menunjukkan bahwa manusia terkenal dapat menyimpan hanya 7 buah (plus atau minus 2) informasi dalam memori jangka pendek mereka. Anda dapat mengurangi beban memori jangka pendek dengan merancang layar di mana pilihan yang jelas terlihat, atau menggunakan pull-down menu dan ikon.

Media antarmuka manusia dan komputer

  • Media Tekstual
Adalah ”bentuk sederhana dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang hanya berisi teks dan kurang menarik”.Salah satu contoh antarmuka manusia dan komputer berbentuk teks yang menggunakan bahasa pemrograman PASCAL adalah readln dan writeln.
  • Media GUI (Graphical User Interface)
Adalah ”bentuk dialog atau komunikasi antara manusia dan komputer yang berbentuk grafis dan sangat atraktif”. Contoh antarmuka manusia dan komputer yang berbentuk grafis menggunakan pemrograman visual (Visual BasicVisual FoxproDelphi dan lain-lain).

Tujuan interaksi manusia dengan komputer

  • Tujuan utama disusunnya berbagai cara interaksi manusia & komputer :
untuk mempermudah manusia dalam mengoperasikan komputer dan mendapatkan berbagai umpan balik yang ia perlukan selama ia bekerja pada sebuah sistem komputer.Para perancang antarmuka manusia dan komputer berharap agar sistem komputer yang dirancangnya dapat bersifat akrab dan ramah dengan penggunanya (user friendly).
  • Sebagai contoh, misalnya sebuah komputer lengkap dipasang pada sebuah tempat yang tidak nyaman bagi seorang pengguna yang menggunakan. Atau keyboard yang digunakan pada komputer tersebut tombol-tombolnya keras sehingga susah untuk mengetik sesuatu. 
Contoh-contoh diatas merupakan beberapa hal mengapa kita membutuhkan mempelajari Interaksi Manusia dan Komputer.
Kita butuh Interaksi manusia komputer adalah agar kita lebih cepat dalam menyelesaikan suatu pekerjaan. serta dapat membuat waktu pengerjaannya lebih cepat dan tidak membutuhkan banyak biaya dalam membuat suatu pekerjaan.

 SUMBER : http://id.wikipedia.org/wiki/Interaksi_manusia-komputer

Senin, 04 Mei 2015

Review Blog Sendiri

yah disini saya akan membuat review blog sendiri.. ini tugas softskill. ok langsung saja

- Dari segi pisikologi
disini saya memakai warna hijau tua dan putih jadi terkesan simpel dikarenakan gadget yang  tidak berlebihan

-Dari segi ergonomi
disini saya gak pake banyak gadget jadi mudah untuk melihat atau memilih blog yang ingin dibaca

-Dari segi ilkom & teknik
disini saya pake tamplate gratisan jadi gak terlalu banyak teknik cuman pake beberapa gadget yang bisa di atur melalui menu desing

-Dari segi bisnis
disini saya gak masang iklan... karena emang saya jarang ngurus blog saya dan dikrenakan jelek juga kalo masang iklan. mending iklan nya bagus

-Dari segi design Grafis
di blog ini saya gak terlalu ngambil design yang rumit2. ini gratis dari blog nya jadi terlihat lebih simpel dengan warna hijau tua dan putih..


Selasa, 31 Maret 2015

Review : Advanced SystemCare 8


Hi Blogger.. Bingung kenapa kinerja kumputer again mulai menurun? kenapa kecepatan komputer again lemot?  ok, disini ane mau review tentang software apa yang cocok buat agan di saat2 itu tanpa harus repot2 untuk nemuin titik permasalahannya.. 


Advanced SystemCare adalah perangkat lunak utilitas pada komputer yang dapat berjalan di Windows 2000, Windows XP, Windows Vista, Windows 7, Windows 8, dan Windows 8.1 yang dibuat oleh perusahaan IObit Software. Advanced SystemCare berguna untuk mendeteksi setiap bagian dan memaksimalkanya secara cepat. sehingga komputer kita akan terasa lebih ringan, setelah sekian lama tidak di doctor system operasi windows nya. software untuk memelihara system windows agar tetap dalam kondisi terbaik ini sangat populer dan banyak direkomendasikan oleh banyak orang didunia.




Dilihat dari tampilannya, software ini mengunakan tampilan Metro yang terkesan Futuristic dan Simple dengan perpaduan macam2 warna biru yang elegan ( mengingatkan kita tentang film tron mungkin).. 

nah, jika kita tidak menyukai atau bosen dengan tampilan tersebut, kita dapat mengganti tampilan nya dengan menekan tombol SKIN yang terdapat pada bagian menu pojok kanan atas pada gambar tersebut...  

Mungkin agan bingun untuk apa fungsi menu ceklis pada gambar diatas... ok ane jelasin satu2 fungsinya 



  • Malware Removal
Berguna untuk memindai dan membasmi malware (virus, spyware dan adware).
  • Registry Fix
Berguna untuk memperbaiki dan membersihkan registri yang rusak.
  • Privacy Sweep
Berguna untuk membersihkan privasi.
  • Junk File Clean
Berguna untuk membersihkan berkas sampah.
  • Shortcuts Fix
Berguna untuk memperbaiki pintasan rusak.
  • Internet Boost
Berguna untuk mempercepat kinerja internet.
Registry Defrag
Berguna untuk mendefrag dan merapihkan registri.
  • System Optimization
Berguna untuk mengoptimalkan sistem.
  • Security Defense
Berguna untuk menambahkan tingkat keamanan.
  • Disk Scan
Berguna untuk memindai dan memperbaiki disk rusak.
  • Vulnerability Fix
Berguna untuk memperbaiki kerentanan pada Windows.
  • Disk Defragment
Berguna untuk mendefrag dan merapihkan disk.

Nah cara kerjanya.. dengan tombol scanpada gambar gan bisa langsung melakukan tugas2 di atas.. gimana simpel kan? jadi agan gak perlu lagi tuh pusing buat ngebersihin atau mempercepat kinerja komputer agan dengan otak-atik komputer lagi, hanya dengan satu tombol aja sekarang...

Apalagi kelebihan nya? 

1) Software ini bisa melindungi agan dari search engine yang tidak jelas dan melindungi agan saat agan berselancar di dunia maya...

2) agan akan di sediin banyak tollbox Seperti....


Bagian Clean

  • IObit Uninstaller
Berguna untuk membuang perangkat lunak dari Windows. (gak kaya uninstal biasa, uninstaler ini bakal ngebershini program yang akan di unintal sampai ke akar2nya)
  • Registry Cleaner (versi PRO)
Berguna untuk meperbaiki dan membersihkan registri yang rusak.
  • Disk Cleaner (versi PRO)
Berguna untuk membersihkan file sampah di disk.
  • File Shredder
Berguna untuk menghancurkan berkas.
  • Empty Folder Scanner
Berguna untuk memindai dan membersihkan folder yang tidak berisi.

Bagian Optimize

  • Smart RAM (versi PRO)
Berguna untuk memonitor penggunaan memori dan mendaur ulang blok memori yang tidak terpakai untuk meningkatkan memori fisik yang tersedia.
  • Internet Booster (versi PRO)
Berguna untuk mempercepat kinerja internet.
  • Startup Manager
Berguna untuk mengubah dan mengatur perangkat lunak yang akan dijalanlan ketika windows dimulai.
  • Registry Defrag
Berguna untuk mendefrag dan merapihkan registri.
  • Smart Defrag
Berguna untuk mendefrag dan merapihkan disk.
  • Game Booster
Berguna untuk mempercepat kinerja permainan.

Bagian Repair

  • Undelete
Berguna untuk mengembalikan berkas yang telah terhapus.
  • Shortcut Fixer
Berguna untuk memperbaiki pintasan yang rusak.
  • Disk Doctor
Berguna untuk memperbaiki disk yang rusak.
  • Win Fix (versi PRO)
Berguna untuk memperbaiki sistem Windows yang rusak atau dirubah oleh virus.
  • IE Helper
Berguna untuk merubah dan mengganti pengaturan pada peramban Internet Explorer.

Bagian Security

  • Drive Booster
Berguna untuk mempercepat drive dengan memperbarui drive yang telah usang.
  • IObit Malware Fighter
Berguna untuk memindai dan membasmi malware.
  • Process Manager
Berguna untuk mengelola proses yang berjalan pada komputer. Fungsinya sama dengan Task Manager.
  • IObit Unlocker
Berguna untuk membuka, mengubah nama, menghapus, dan memindahkan berkas atau folder yang terkunci secara paksa maupun tidak.
  • Homepage Protection
Berguna untuk melindungi beranda pada peramban.

Bagian Control

  • Auto Shutdown
Berguna untuk mematikan komputer secara otomatis dengan waktu yang diatur sendiri.
  • System Information
Berguna untuk melihat informasi-informasi sistem pada komputer.
  • System Control
Berguna untuk mengubah pengaturan sistem komputer.
  • Protected Folder
Berguna untuk melindungi folder dan berkas.
  • Program Deactivator
Berguna untuk menonaktifkan program lain agar tidak berjalan di proses komputer.

3)  Kita bisa menggunakan sebuah Turbo Bost Berguna untuk mempercepat dan mengoptimalkan kinerja komputer. Terdapat 3 macam mode boost:
  • Work Mode
Berguna untuk mempercepat kinerja komputer dengan cara menonaktifkan layanan dan aplikasi komputer yang tidak digunakan.
  • Game Mode
Berguna untuk mempercepat kinerja komputer saat bermain permainan dengan cara menonaktifkan sistem yang tidak diperlukan dan layanan yang bukan berasal dari Windows.
  • Economy Mode

Gimana Keren kan? berguna banget gak? ok untuk link download bisa di download DISINI

SUMBER :

-  http://id.wikipedia.org/wiki/Advanced_SystemCare
- Pengalaman sendiri menggunakan software ini selama 2 tahun...



Rabu, 24 Desember 2014

Manajemen Proyek & Resiko

PROPOSAL MENEJEMAN RESIKO BERBASISIS (IT) SECURITY

 
 
BAB I
PENDAHULUAN
1.1              LATAR BELAKANG
Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas E-Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Maka dari itu PT Mael IT Corporation didirikan untuk memecahkan masalah yang sedang terjadi di dunia perbankan.
1.2              TUJUAN
Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk :
·        Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime
·        Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll
·        Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker)
1.3              MANFAAT
Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu :
·        Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data.
·        Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM.
BAB III
ANALISIS PERUSAHAAN
5.1       PROSPEK USAHA
           
Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau E-Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 
5.2       SASARAN
           
Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. -Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti E-Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 
5.3       RISIKO
            Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT)
Strength (Kekuatan)
Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan.
Weaknes (Kelemahan)
Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni.
Oportunity (Peluang)
Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka.
Threaty (Ancaman)  
Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan.
BAB IV
PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA
           
·        Hardware
100 Unit komputer       x          Rp 6.000.000,-                        =          Rp 500.000.000,-
100 Unit Printer            x          Rp 500.000,-                           =          Rp  70.000.000,-
                                                                        Total               =          Rp 570.000.000,-
·        Software
100 paket MS Office                x          Rp 1.700.000,-            =          Rp 270.000.000,-
100 paket original OS               x          Rp 1.500.000,-            =          Rp 250.000.000,-
                                                                        Total               =          Rp 420.000.000,-
·        Perlengkapan Alat Kantor
100 Meja Kerja                       x          Rp 2.000.000,-            =          Rp 600.000.000,-
Kertas A4 x 100 Rim               x          Rp 50.000,-                 =          Rp 6.000.000,-
50 Lemari arsip kerja                x          Rp 4.000.000,-            =          Rp 200.000.000,-
                                                                        Total               =          Rp 806.000.000,-
·        Biaya Sumber Daya Manusia
10 Personal Trainer                  x          Rp 20.000.000,-          =          Rp 400.000.000,-
10 Sistem Analis                       x          Rp 10.000.000,-         =          Rp 400.000.000,-
50 Programmer                        x          Rp 6.000.000,-            =          Rp 200.000.000,-
                                                                        Total               =          Rp 1.000.000.000,-
                                                            Total Investasi                       =        Rp 2.796.000.000,-
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih. DAFTRA PUSTAKA ( http://avartara.com/risiko-risiko-perbankan/ ) ( http://www.infobanknews.com/2011/04/8-risiko-internet-banking/ ) ( http://rioramski.wordpress.com/2012/11/06/manajemen-risiko-dalam-internet-banking/ ) ( http://januar-ikmal.blogspot.com/2013/01/proposal-manajemen-proyek-pengembangan.html )

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih. DAFTRA PUSTAKA ( http://avartara.com/risiko-risiko-perbankan/ ) ( http://www.infobanknews.com/2011/04/8-risiko-internet-banking/ ) ( http://rioramski.wordpress.com/2012/11/06/manajemen-risiko-dalam-internet-banking/ ) ( http://januar-ikmal.blogspot.com/2013/01/proposal-manajemen-proyek-pengembangan.html )

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih. DAFTRA PUSTAKA ( http://avartara.com/risiko-risiko-perbankan/ ) ( http://www.infobanknews.com/2011/04/8-risiko-internet-banking/ ) ( http://rioramski.wordpress.com/2012/11/06/manajemen-risiko-dalam-internet-banking/ ) ( http://januar-ikmal.blogspot.com/2013/01/proposal-manajemen-proyek-pengembangan.html )

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win
BAB I PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Indonesia merupakan salah satu negara yang memiliki penduduk terbesar di dunia dengan jumlah penduduk 200 juta lebih. Hal ini membuat persaingan dalam meperoleh pekerjaan sangat ketat mengingat Indonesia merupakan negara yang belum maju (masih berkembang). Karena begitu sulit mendapatkan pekerjaan, berbagai jalan pintas pun dipilih seperti mencuri, merampok, dan berbagai tindakan kriminal lainnya seperti contoh pembobolan sistem dalam jaringan bank. Pada zaman sekarang ini teknologi sudah semakin canggih begitu pula tindak kriminalnya. Proses pengiriman dan transaksi uang sudah bisa menembus ruang dan waktu akan tetapi hal ini tidak lepas dari tindak kriminal. Banyak nasabah bank tidak memanfaatkan fasilitas Internet Banking karena banyak tindak kriminal seperti pencurian account data sehingga uang nasabah hilang secara tiba-tiba. Kepercayaan terhadap perbankan tidak hanya terkait dengan keamanan simpanan nasabah di bank tersebut, tetapi juga terhadap keamanan sistem dan prosedur, pemanfaatan teknologi serta sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan kepada nasabah. Salah satu aspek risiko yang hingga kini belum banyak diantisipasi adalah kegagalan transaksi perbankan melalui teknologi informasi (technology fraud) yang dalam risiko perbankan masuk kategori sebagai risiko operasional. Secara umum, risiko operasional, menurut Basel Accord, didefinisikan sebagai kerugian akibat terjadinya kegagalan akibat faktor manusia, proses, dan teknologi yang menyebabkan terjadinya ketidakpastian pendapatan bank. Seiring dengan kemajuan teknologi informasi, proses operasional sebagian besar bank saat ini dilakukan selama 24 jam tanpa mengenal batasan jarak, khususnya bagi bank-bank yang telah dapat melakukan aktivitas operasionalnya melalui delivery channels, misalnya ATM, internet banking, phone banking, dan jenis transaksi media elektronik banking lainnya. Dengan demikian, ngendalian dan pengawasan operasional harus dilakukan pula secara 24 jam dan harus bersifat menyeluruh. Peng-awasan dan pengendalian operasional ndak dapat lagi dilakukan dengan metode sample semata untuk memastikan bahwa operasional bank telah berjalan dengan baik. 1.2 TUJUAN Adapun tujuan pendirian perusahaan ini yaitu memperkenalkan produk software yang dapat membantu perusahaan-perusahaan berbasis IT khusunya perbankan untuk : · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, Internet Banking, proteksi account bank, dll · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker) 1.3 MANFAAT Adapun manfaat yang akan didapatkan oleh perusahaan perbankan yaitu : · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas Internet Banking dan ATM. BAB II ANALISIS PERUSAHAAN 2.1 PROSPEK USAHA Dengan berdirinya perusahaan yang bergerak di bidang IT ini dan semakin berkembangnya peran teknologi dalam kehidupan masyarakat, maka perusahaan ini diprediksikan akan terus bertahahan dan maju untuk membantu perusahaan-perusahaan yang berbasis IT khusunya perbankan untuk membantu pengamanan fasilitas IT atau Internet Banking pada perbankan sehingga mereduksi terjadinya tindak kriminal. 2.2 SASARAN Produk software ini bertujuan untuk memberikan sistem keamanan pada fasilitas IT. Sehingga perusahaan-perusahaan yang memiliki fasilitas IT dan sistem database seperti Internet Banking pada perbankan menjadi partner yang tepat untuk dijadikan mitra kerja sama dalam pengembangan software ini. 2.3 RISIKO Evaluasi tentang Usaha (Analisis SWOT) Strength (Kekuatan) Dengan produk IT yang berkualitas, perushaan ini dapat memenuhi kebutuhan client (Perusahaan berbasis IT) yang membutuhkan pengamanan sistem IT perusahaan yang membutuhkan seperti perusahaan perbankan. Weaknes (Kelemahan) Persaingan pasar dengan perusahaan luar yang memiliki sumber daya manusia lebih handal dan juga fasilitas teknologi yang lebih mumpuni. Oportunity (Peluang) Peluang sangat terbuka karena banyak perusahaan yang membutuhkan pengamanan untuk fasilitas IT perusahaan mereka. Threaty (Ancaman) Munculnya Perusahaan - perusahaan baru yang sejenis yang berusaha menyaingi perusahaan Mael IT Coporation sehingga menimbulkan persaingan. 2.4 Permasalahan Aktivitas perbankan cukup pesat akhir-akhir ini. Hal ini ditandai oleh jasa perbankan yang terus bertambah. Beberapa diantaranya yang cukup mengalami perkembangan adalah bisnis internet banking. Perkembangan teknologi informasi telah mempengaruhi kebijakan dalam perekonomian dan tak terkecuali pada bisnis jasa perbankan. Transaksi berbasis elektronik termasuk internet adalah salah satu produk baru bagi perbankan. Namun, meskipun perbankan memperoleh manfaat dari penggunaan internet tersebut, terdapat pula risiko yang melekat pada kegiatan yang dimaksud diantaranya risiko strategik, risiko reputasi, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum, risiko kredit, risiko pasar dan risiko likuiditas. Internet banking meningkatkan risiko strategik, risiko operasional termasuk risiko keamanan dan risiko hukum serta risiko reputasi. Pihak bank harus melakukan indentifikasi, melakukan pengukuran, pemantauan dan pengendalian risiko dengan prinsip kehati-hatian. Satu, risiko strategis (strategic risk). Risiko ini berkutat dalam kebijakan atau strategi yang akan dijalankan suatu bank. Tertimpa risiko ini berarti akan berujung kerugian dan berkurangnya modal. Hal ini akan bertambah parah jika tidak didukung struktur organisasi dan sumber daya yang ahli mengelola internet banking. Jadi, perlu hati-hati. Dua, risiko transaksi (transaction risk). Risiko ini mengancam laba dan modal bank yang ditimbulkan oleh fraud, kesalahan (errors), kealpaan, dan ketidakmampuan mengelola tingkat pelayanan yang ditawarkan atau yang menjadi ekspektasi para nasabah. Pasalnya, internet banking memerlukan internal kontrol yang kuat dan sistem yang selalu siap. Karena bank menggunakan pihak ketiga dalam penyediaan sistem, pihak ketiga yang memberikan jasa tersebut jelas akan meningkatkan risiko transaksi tersebut. Tiga, risiko kepatuhan (compliance risk). Risiko ini muncul akibat pelanggaran dan ketidakpatuhan bank terhadap hukum, peraturan, dan standard etika. Jika tertimpa risiko ini, reputasi bank bisa jatuh, merugi, bahkan bisa mengurangi kesempatan berbisnis. Untuk memitigasinya, bank harus betul-betul paham dan mampu menginterprestasikan secara benar, khususnya peraturan-peraturan seputar internet banking dunia. Empat, risiko reputasi (reputational risk). Hancurnya reputasi bank biasanya berjalan seiring dengan risiko-risko lain. Dropnya sistem internet banking yang frekuentif atau kecepatan sistem yang rendah bisa membuat buruknya pendapat publik terhadap suatu bank. Lima, risiko keamanan informasi ( information security risk). Risiko ini bisa menggerus keuntungan dan modal bank yang ditimbulkan dari penjahat-penjahat maya (hackers) ataupun orang-dalam sendiri. Belum lagi virus-virus, pencurian data, penghancuran data, dan fraud yang juga bisa menghantam bank. Risiko ini sangat krusial dan perlu sangat diwaspasi bank-bank. Enam, risiko kredit (credit risk). Risiko ini juga berpotensi meningkat karena internet banking membuat para nasabah bisa mengajukan aplikasi kredit dari mana pun di dunia ini. Bank-bank tentu akan sangat sulit memverifikasi dan mengidentifikasi nasabah jika bank menawarkan kredit melalui internet. Tujuh, risiko suku bunga (interest rate risk). Dengan menawarkan jasa internet banking, risiko suku bunga pada banking book (beda suku bunga antara aset dan kewajiban bank) juga berpotensi meningkat. Dengan internet banking, nasabah akan sangat mudah membandingkan suku bunga simpanan dan pinjaman. Untuk itu, bank perlu cepat melakukan perubahan terhadap perubahan suku bunga pasar jika tidak ingin ditinggalkan nasabahnya. Delapan, risiko likuiditas (liquidity risk). Risiko ini juga harus dicermati. Dengan adanya internet banking, para nasabah menjadi lebih gampang menarik kas dan menransfer kepada pihak ketiga. Sekalipun transfer dilakukan ke rekening pada bank yang sama, ini bisa saja menjadi masalah. Sebab, pihak ketiga bisa saja menariknya dalam bentuk kas atau menransfernya ke bank pesaing. Dengan penerapan internet banking, tentu, bank perlu menyesuaikan manajemen likuiditasnya kalau tidak ingin kelabakan. Selain hal di atas tersebut, prinsip manajemen risiko sangat diperlukan di sini. Internet banking dibagi dalam tiga bagian yaitu pengawasan aktif komisaris dan direksi Bank, pengendalian pengamanan, serta manajemen risiko hukum dan risiko reputasi sebagai berikut : Pengawasan Aktif Komisaris dan Direksi Bank Komisaris dan Direksi Bank bertanggung jawab dalam melakukan pengembangan strategi bisnis dan pengawasan manajemen yang efektif terhadap risiko atas penyelenggaraan internet banking. Pengawasan ini didasarkan pada kebijakan tertulis secara normatif yang ditetapkan komisaris dan direksi bank. Pengendalian Pengamanan, hal ini dikarenakan risiko pengamanan yang meningkat akibat dari aktivitas internet banking. Oleh karena itu, perbankan perlu melakukan pengujian identitas nasabah, pengujian keaslian transaksi, penerapan prinsip pemisahan tugas, pengendalian terhadap penggunaan hak akses terhadap sistem, dan perlindungan terhadap integritas data maupun kerahasiaan informasi penting pada internet banking. Manajemen Risiko Hukum dan Risiko Reputasi. Untuk mengatasi risiko hukum dan risiko reputasi, pelayanan jasa internet banking sebaiknya dilaksanakan secara konsisten dan tepat waktu sesuai dengan harapan nasabah. Agar dapat memenuhi harapan nasabah, perbankan harus memiliki kapasitas, kontinuitas usaha dan perencanaan darurat yang efektif. 2.5 Solusi Managemen proyek security IT Tujuan · Memecahkan masalah untuk mengantisipasi praktik cyber crime. · Memberikan solusi pada perusahaan khususnya perusahaan bank untuk memperketat keamanan sistem yang berbasis IT, seperti transaksi ATM, E-Banking, proteksi account bank, dll. · Mencegah terjadinya kerusakan sistem database, pencurian dan perusakkan data (Cracker). Manfaat · Terjaminnya keamanan sistem database suatu bank dari berbagai tindak kejahatan seperti pencurian data, perusakkan sistem dan penggandaan data. · Mereduksi tindak kejahatan pada perusahaan perbankan, terutama memperkuat keamanan fasilitas E-Banking dan ATM. BAB III PERENCANAAN ANGGARAN BIAYA 1. Hardware 100 Unit komputer x Rp 6.000.000,- = Rp 600.000.000,- 100 Unit Printer x Rp 500.000,- = Rp 50.000.000,- Total = Rp 650.000.000,- 2. Software 100 paket MS Office x Rp 1.700.000,- = Rp 170.000.000,- 100 paket original OS x Rp 1.500.000,- = Rp 150.000.000,- Total = Rp 220.000.000,- 3. Perlengkapan Alat Kantor 100 Meja Kerja x Rp 2.000.000,- = Rp 200.000.000,- Kertas A4 x 100 Rim x Rp 50.000,- = Rp 5.000.000,- 50 Lemari arsip kerja x Rp 4.000.000,- = Rp 200.000.000,- Total = Rp 405.000.000,- 4. Biaya Sumber Daya Manusia 10 Personal Trainer x Rp 20.000.000,- = Rp 200.000.000,- 10 Sistem Analis x Rp 10.000.000,- = Rp 100.000.000,- 50 Programmer x Rp 6.000.000,- = Rp 300.000.000,- Total = Rp 600.000.000,- Total Investasi = Rp 1.875.000.000,- BAB IV PENUTUP Dengan mengucapkan segala puji kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, demikianlah proposal Proyek Perbankan E-Banking .Pada akhirnya segala sesuatu yang telah direncanakan tidak dapat berjalan dengan baik tanpa kerjasama dan kerja keras dari semua pihak. Semoga pelaksanaan kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar sesuai dengan rencana.Atas perhatian dan kepercayaan yang diberikan kami ucapkan terima kasih.

Copy and WIN : http://bit.ly/copy_win